Rabu, 21 November 2012

PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU PAI PADA SEKOLAH UMUM

Berdasarkan Buku Pedoman Pelaksanaan Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Pada Sekolah yang diterbitkan oleh DITPAIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Tahun 2011,maka kepada seluruh Guru PAI di Sekolah (SD, SLB,SMP,SMA, dan SMK) agar memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Beban kerja guru PAI sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam seminggu.
  2. Guru PAI yang tidak memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam 1 minggu, dapat diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan formal lain yang bukan administrasi pangkalnya, baik negeri maupun swasta yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah, dalam wilayah kabupaten Deli Serdang sesuai dengan sertifikat pendidiknya, dengan ketentuan sebagai berikut:
Kegiatan-kegiatan di atas harus ditetapkan melalui SK Kepala Satuan Pendidikan, serta disusun menjadi program mingguan, semesteran atau tahunan sekolah
Tugas Tambahan
Guru PAI yang memperoleh tugas tambahan, dihitung jam mengajarnya sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah dihitung 18 jam tatap muka,
2. Wakil Kepala Sekolah dihitung 12 jam tatap muka
3. Kepala Perpustakaan  dihitung 12 jam tatap muka.

PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU PAI
Guru PAI yang tidak dapat memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam satu minggu dapat memilih alternatif kegiatan sebagai berikut:

  1. Mengajar bidang studi PAI pada satuan pendidikan formal lain, dengan syarat memiliki izin operasional dari Pemerintah. Pemberian tugas mengajar bagi guru PAI pada satuan pendidikan lain diterbitkan oleh Kepala Sekolah pada satuan pendidikan formal lainya tersebut, setelah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bagi Sekolah dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota jika tambahan mengajar di Madrasah.
  2. Membina Kegiatan Ekstrakurikuler PAI. Jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler PAI yang dapat diperhitungkan setara dengan kegiatan tatap muka antara lain:
  • Pembiasaan Akhlak Mulia   
  •  Pesantren Kilat   
  •  Tuntas Baca Tulis Al-Qur`an     
  •   Ibadah Ramadhan
  •   Pekan Keterampilan dan Seni PAI       
  •   Rohani Islam      
  •   PHBI
3. Menjadi Guru Inti/Instruktur/Tutor KKG-PAI/MGMP-PAI          
4. Membina Pengembangan Diri Peserta Didik. Contoh pelayanan kepada murid yang mempunyai bakat berpidato, tilawah Al-Qur`an, kaligrafi, seni Islam dan lain sebagainya. Ketentuan untuk hal tersebut adalah :

     a. SK atau surat tugas diterbitkan oleh Kepala Sekolah, diketahui oleh Pengawas PAI wilayah binaannya.
     b. SK. atau Surat Tugas tersebut berlaku untuk satu tahun pelajaran atau minimal 1 semester disertai
         lampiran dengan menyebutkan komponen jenis kegiatan ekstrakurikuler, jadwal waktu pelaksanaan,
        durasi waktu kegiatan, perhitungan jumlah jam pelajaran seminggu,dan nama guru PAI yang ditugaskan.
 5.   Menjadi Tutor program Paket, A, B, C atau  Paket C kejuruan.
 6.   Membina pendidikan keagamaan di masyarakat
       Lembaga Pendidikan Keagamaan di masyarakat semacam Pendidikan Diniyah yang peserta didiknya
       adalah anak-anak usia sekolah dan ada ijin operasionalnya dari Kementerian Agama Kab/Kota. Status
       sebagai pembina/pengajar di MDA tersebut harus dibuktikan melalui SK atau Surat Keterangan dari
       Yayasan, Pengurus Mesjid, Majelis Taklim, diketahui Oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) 
       setempat.
7.    Melakukan Kegiatan pembelajaran perbaikan ( remedial teaching )
       Ada surat tugas  dari Kepala Sekolah, diketahui Pengawas PAI, disertai dengan jadwal
       pelaksanaannya.

       Penjelasan dikutip dari Buku:
       Pedoman Pelaksanaan Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Pada Sekolah, diterbitkan oleh Direktorat
       Pendidikan Agama Islam, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI Tahun 2011, ditandatangan oleh
      Direktur PAIS, Dr. H. Amin Haedari, M.Pd, bulan Oktober 2011.

Diambil dari: http://mapendakemenagds.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar