Senin, 21 September 2026

PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA KELAS XII

 

 


MODUL AJAR

Mengevaluasi Isi Rekaman Surat Resmi yang Disimak

Nama Instansi

: ……………………………………………………………

Fase / Kelas

: F / XII

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Topik Utama

: Mengevaluasi Isi Rekaman Surat Resmi yang Disimak

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit (1 kali pertemuan)

 

A. IDENTIFIKASI

1. Kesiapan Murid:

Murid kelas XII telah memiliki kemampuan dasar menyimak teks lisan/audio dan mengenal struktur umum surat resmi dari jenjang sebelumnya. Sebagian besar murid terbiasa mengakses rekaman audio melalui gawai, sehingga siap diajak menyimak rekaman surat resmi secara mandiri maupun berkelompok. Tingkat kesiapan bervariasi pada aspek ketelitian menyimak detail informasi, sehingga pembelajaran perlu menyediakan pengulangan rekaman dan lembar kerja terpandu.

2. Karakteristik Materi Pelajaran:

Materi bersifat aplikatif dan kontekstual karena berkaitan langsung dengan kebutuhan murid kelas XII menjelang dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja (surat lamaran, surat keterangan, surat permohonan beasiswa, dan sejenisnya). Materi menuntut keterampilan menyimak kritis (critical listening) untuk mengevaluasi kesesuaian isi, struktur, dan kaidah kebahasaan surat resmi yang dibacakan atau diperdengarkan, serta melatih ketelitian dan kepekaan terhadap informasi tersurat maupun tersirat.

3. Dimensi Profil Lulusan (Target Kompetensi):

      Penalaran Kritis — kemampuan menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian isi, struktur, serta kaidah kebahasaan surat resmi yang disimak.

      Komunikasi — kemampuan menyampaikan hasil evaluasi secara lisan maupun tulisan dengan logis, santun, dan sistematis.

      Kemandirian — kemampuan mengelola diri dalam menyimak secara fokus dan menyelesaikan tugas evaluasi secara bertanggung jawab.

 

 


ada di  https://lynk.id/fauyan 

 

B. DESAIN PEMBELAJARAN

1. Capaian Pembelajaran (CP)

 

Elemen

Capaian Pembelajaran

Menyimak

Murid memiliki kemampuan mengevaluasi gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan), khususnya rekaman surat resmi, untuk menilai kesesuaian isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.

Membaca dan Memirsa

Murid memiliki kemampuan mengevaluasi informasi berupa gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks visual berupa contoh format surat resmi untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir.

Berbicara dan Mempresentasikan

Murid memiliki kemampuan mempresentasikan hasil evaluasi terhadap isi rekaman surat resmi secara logis, sistematis, kritis, dan santun sesuai norma kesopanan dan budaya Indonesia.

Menulis

Murid memiliki kemampuan menuliskan hasil evaluasi (catatan kritis) terhadap isi, struktur, dan kaidah kebahasaan surat resmi yang disimak secara logis dan kritis.

 

2. Topik Kontekstual & Relevan: Surat Resmi tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan

3. Integrasi Lintas Disiplin:

Bimbingan dan Konseling (penulisan surat lamaran kerja dan surat permohonan beasiswa untuk kesiapan karier murid), Informatika (literasi digital dalam mengakses dan mengunduh rekaman audio surat resmi), serta Bahasa Inggris (perbandingan format correspondence formal dalam konteks internasional).

4. Tujuan Pembelajaran:

Melalui kegiatan menyimak rekaman surat resmi, murid mampu mengevaluasi isi, struktur, dan kaidah kebahasaan surat resmi yang disimak secara kritis, sistematis, dan santun, baik secara lisan maupun tulisan.

5. Kerangka Pembelajaran:

      Praktik Pedagogis: pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dipadukan dengan diskusi kelompok kecil dan pemodelan (modelling) cara mengevaluasi surat resmi.

      Lingkungan Pembelajaran: kelas ditata secara kolaboratif dengan formasi kelompok kecil (4–5 murid) untuk memudahkan diskusi dan presentasi hasil evaluasi.

      Pemanfaatan Digital: rekaman audio surat resmi diputar melalui gawai/speaker kelas; lembar kerja evaluasi dan kuis reflektif disajikan melalui Google Form/LMS sekolah.

C. PENGALAMAN BELAJAR

(Mengintegrasikan 3 Pilar: Berkesadaran/Mindful, Bermakna/Meaningful, Menggembirakan/Joyful)

1. Tahap Memahami (Understanding):

Murid diajak memahami konsep, struktur, dan kaidah kebahasaan surat resmi sebagai bekal sebelum menyimak rekaman.

      Apersepsi Berkesadaran (Mindful): guru mengajak murid mengingat pengalaman pribadi menerima atau membaca surat resmi (misalnya surat panggilan wawancara kerja atau surat keterangan sekolah), lalu menghubungkannya dengan pentingnya kemampuan menyimak kritis.

      Diskusi Dialogis: murid dan guru berdiskusi tanya-jawab tentang ciri, struktur, dan fungsi surat resmi berdasarkan contoh yang ditayangkan.

2. Tahap Mengaplikasi (Applying):

Murid mempraktikkan keterampilan menyimak kritis dengan mengevaluasi rekaman surat resmi secara langsung.

      Eksplorasi Bermakna (Meaningful): murid menyimak rekaman surat resmi (diputar dua kali) sambil mengisi lembar kerja evaluasi secara berkelompok untuk mengidentifikasi kesesuaian isi, struktur, dan kaidah kebahasaan.

      Kreasi Menggembirakan (Joyful): setiap kelompok mempresentasikan hasil evaluasinya secara kreatif (dapat berupa peta pikiran, poster mini, atau simulasi tanggapan) dan kelompok lain memberi tanggapan.

3. Tahap Merefleksi (Reflecting):

Murid menuliskan refleksi singkat tentang hal baru yang dipelajari, kesulitan yang dihadapi saat menyimak, serta manfaat kemampuan mengevaluasi surat resmi bagi kehidupan pendidikan dan pekerjaan mereka. Guru memberikan penguatan dan umpan balik, kemudian menutup pembelajaran dengan simpulan bersama dan doa.

Rincian Alokasi Waktu (2 x 45 menit)

Tahap Kegiatan

Waktu

Deskripsi Aktivitas

Pendahuluan

10 menit

Salam, doa, presensi, apersepsi berkesadaran (mindful), penyampaian tujuan pembelajaran.

Tahap Memahami

15 menit

Diskusi dialogis tentang pengalaman murid terkait surat resmi; penjelasan singkat struktur dan kaidah kebahasaan surat resmi.

Tahap Mengaplikasi

45 menit

Murid menyimak rekaman surat resmi (2 kali putar), mengisi lembar kerja evaluasi secara berkelompok, lalu mempresentasikan hasil evaluasi (eksplorasi bermakna dan kreasi menggembirakan).

Tahap Merefleksi

15 menit

Murid menuliskan refleksi capaian belajar, guru memberi penguatan dan umpan balik, menutup pembelajaran dengan simpulan dan doa.

Total

90 menit

2 x 45 menit

 

D. ASESMEN PEMBELAJARAN

1. Asesmen Awal (Diagnostik):

Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan, misalnya: "Pernahkah kalian menerima atau mendengar surat resmi dibacakan? Apa saja yang biasanya termuat di dalamnya?" Jawaban murid digunakan untuk memetakan pemahaman awal tentang struktur dan fungsi surat resmi.

2. Asesmen Proses (Formatif):

Guru melakukan observasi selama diskusi kelompok menggunakan rubrik partisipasi, serta menilai lembar kerja evaluasi rekaman surat resmi yang diisi murid secara berkelompok (mencakup ketepatan identifikasi isi, struktur, dan kaidah kebahasaan).

3. Asesmen Akhir (Sumatif):

Murid secara individu mengerjakan tes tertulis/lisan berupa evaluasi terhadap rekaman surat resmi baru yang belum pernah disimak sebelumnya, dengan menuliskan simpulan mengenai kesesuaian isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.

Mengetahui,                                                                                                                              …………………………….2026

Kepala Sekolah                                                                                                                          Guru Mata Pelajaran

 

…………………………………………..                                                                                                  ……………………………………..

NIP. ……………………………………….                                                                                              NIP. ………………………………

Semua ada di Link
https://lynk.id/fauyan 

 

 

 

Senin, 24 September 2018

POLEMIK IMAM AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TENTANG METAFISIKA DAN KAUSALITAS



A.    PENDAHULUAN
Imam al-Ghazali (1058-111 M) dikenal sebagai ulama yang banyak mengkritik pendapat para filosof pendahulunya, seperti Aristoteles (382-322 SM), Al-Farabi (874-999 M), Ibn Sina (980-1037) dan lain-lain. Adapun pendapat mereka yang ia kritik adalah 20 masalah metafisika. Tiga diantaranya Al-Ghazali mengatakan bahwa filsafat mereka membawa kepada kekufuran yaitu :
1.      Bahwa aliran alam tidak bermula (qadim).
2.      Bahwa Tuhan tidak mengetahui perincian segala sesuatu (juz’iyat)
yang terjadi di alam.
3.      Pengingkaran terhadap kebangkitan jasmani (hasyr al-jasad) di akhirat.1
Sedang masalah metafisika yang lainnya Al-Ghazali mengidentifikasikan mereka dengan Mu’tazilah.
Sebagai pembelaan atas kaum filosof terhadap serangan-serangan Al-Ghazali, Ibn Rusyd (1126-1198 M) menulis buku yang berjudul “Tahafut al-Tahafut” (kekacauan diatas kekacauan), sebagai bantahan dan jawaban terhadap buku Al-Ghazali yang berjudul “Tahafut al-Falasifah” (kekacauan pemikiran filosof-filosof).

Minggu, 23 September 2018

TRANSMISI FILSAFAT YUNANI KE DUNIA ISLAM



1. Pengertian Filsafat

Secara etimologis, filsafat berasal dari kata philo yang berarti kebenaran, ilmu dan hikmah. Filsafat juga berarti mencari hakekat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat serta berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia[1]. secara terminology, filsafat didefenisikan sebagai pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas, hukum, dan sebagainya trehadap segala yang ada di alam semesta ataupun mengenai kebenaran dan arti adanya sesuatu.[2] dalam defenisi yang lebih umum dikatakan bahwa, filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti, hikmah, atau hakekat mehgenaTsegala sesuatu yang ada[3].

ISLAM DI ERA PERTENGAHAN ORDE BARU ( KEBANGKITAN ISLAM )



A. Pendahuluan
          Era 70-an sampai pertengahan 80-an, Soeharto memiliki hubungan yang tidak serasi dengan gerakan Islam. Hal itu bisa dilihat dari beberapa sisi, yaitu: Pertama, ia seorang militer yang biasa didoktrin nilai-nilai nasionalisme; Kedua, ia berasal dari keluarga awam ilmu agama dari Gunung Kidul; Ketiga, ini yang paling mendasar, orang-orang berpengaruh yang ada di sekitarnya rata-rata dari kalangan anti Islam (Islam phobia), seperti CSIS, LB. Moerdani, Soedomo (waktu masih non Muslim), Frans Seda, JB. Soemarlin, Radius Prawiro, dan sebagainya. Sikap pemimpin sangat dipengaruhi para pembisik di sekitarnya. Hal itu sangat jelas terlihat di era Abdurrahman Wahid. ia dijatuhkan karena skandal Buloggate dan Bruneigate. Salah satu pembisiknya adalah Soewondo, seorang tukang pijit.

Selasa, 23 Februari 2016

Islam the Peacefull Relegion



Islam the Peacefull Relegion
(An Essays to Answer the Accusation of Violance)
          Conceptually, The main doctrine in Islam is stressing For peace tought. Islam it'self  mean peaceful, secure, safe and surrender to the god as indicated in every last mentioned of ritual prayer. It mean that the Moslem have an obligation to uphold the safety and peacefully to whole of human being. It also a symbol that the last estuary of Islamic teaching is peace. But in the Islamic history, the concept is not running as well as the reality. The trace of Islamic history pointed  to the contrary.

BERTRAND RUSSELL: Understanding History



A.   PENDAHULUAN


          Bertrand Russell adalah seorang tokoh yang sangat produktip dalam menulis buku. Ia membahas tentang berbagai-macam permasalahan, mulai dari filsafat, pendidikan, masalah moral, agama, sejarah dan politik bahkan ia juga ahli dalam bidang matematika dan sains.
          Buku Understanding History yang akan dikaji penulis, memiliki tesk aslinya  sampai dengan halaman 122, akan tetapi banyak uraian-uraian materi lain didalamnya  dan secara kebetulan salah satu judul tersebut berkaitan dengan materi Penulis, Understanding History yang diambil dari  salah satu essey  yang ada, yaitu: Cara Membaca dan Memahami Sejarah. Yang terdiri dari 58 halaman.
          Sebenarnya essey: Cara Membaca dan Memahami Sejarah yang aslinya ini, ditulis pada tahun 1943. Kemudian dicopi  dan dicetak ulang kembali  oleh Philosophical Library.
          Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa essay  karya Betrand Russell, dari judul inilah  salah satu judul pendekatan  yang dilakukan Pemakalah dalam penulisan makalah, yaitu: How to Read and Understand History (Cara Membaca dan Memahami Sejarah). Sehingga tidak semua essey yang terdapat dalam judul diatas akan disampaikan oleh Penulis.