Rabu, 21 November 2012
MATERI AJAR KD 1
Untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis TIK. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam membuat pengajaran dengan media power point, ini salah satu bentuk nyata keikut sertaan dalam menunjang kelancaran pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Galang, yang sedang di sosialisasikan oleh Bapak Kepala SMA N 1 Galang ( Drs. Pommer Simbolon ), beserta seluruh perangkatnya. Bagi yang berminat bisa didownload di sini.
PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU PAI PADA SEKOLAH UMUM
Berdasarkan Buku Pedoman Pelaksanaan Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Pada
Sekolah yang diterbitkan oleh DITPAIS Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam Kementerian Agama RI Tahun 2011,maka kepada seluruh Guru PAI di
Sekolah (SD, SLB,SMP,SMA, dan SMK) agar memperhatikan hal-hal berikut
ini:
- Beban kerja guru PAI sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam seminggu.
- Guru PAI yang tidak memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam 1 minggu, dapat diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan formal lain yang bukan administrasi pangkalnya, baik negeri maupun swasta yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah, dalam wilayah kabupaten Deli Serdang sesuai dengan sertifikat pendidiknya, dengan ketentuan sebagai berikut:
Kamis, 01 November 2012
MATERI PAI KLS X
Para guru SMA Negeri 1 Galang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan perantara kemajuan teknologi. Salah satu mata pelajarannya "Pendidikan Agama Islam" telah berperan aktif dalam penggunaan kemajuan teknologi tersebut. Untuk materi Pendidikan Agama Islam kelas X Semester I kompetensi dasar 1 (KD 1) dapat di donwload di bawah ini:
KD 1
KD 2
KD 3
KD 4
KD 5
KD 6
KD 1
KD 2
KD 3
KD 4
KD 5
KD 6
Jumat, 05 Oktober 2012
SOAL REMEDIAL SEMESTER 1 KLS XI. TP. 2012-2013
BAB I
BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN
A.
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban
yang tepat.
1.
Potongan
ayat berikut فاستبقوا
الخيرات memiliki
arti:
a.
Bersegeralah
memohon ampunan
b.
Bersegeralah
mencari kebaikan
c.
Berlomba-lombalah
dalam kebaikan
d.
Bersegeralah
berbuat yang disukai Allah
e.
Berlombaalah
dalam mencari ilmu
2.
يأت بكم الله جميعا artinya
adalah:
a.
Allah
akan mendatangi kamu semua
b.
Allah
mengampunimu
c.
Allah
akan mengumpulkan jiwa-jiwa kamu
d.
Kamu
akan bertemu dengan Allah
e.
Allah
pasti menepati janji-Nya
Kamis, 04 Oktober 2012
SERANGAN BANGSA MONGOL DAN TIMUR LENK
Makalah
A. PENDAHULUAN
Berakhirnya kekuasaan Dinasti Saljuk atas Baghdad atau Khilafah
Abbasyiah merupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini Khalifah
Abbasyiah tidak lagi berada di bawah kekuasaan satu dinasti tertentu. Walaupun
banyak sekali Dinasti Islam berdiri ada yang besar namun yang banyak adalah
dinasti-dinasti kecil. Perpecahan-perpecahan yang terjadi inilah membuat
lemahnya Dinasti Abbasyiah, sehingga pada masa inilah Bangsa Mongol dan Tartar
menyerang Baghdad .
Baghdad hancur
lebur akibat serangan Mongol yang kejam, bengis dan tidak berperikemanusiaan
itu. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Bani Abbasyiah setelah berkuasa
selama 500 tahun lamanya. Adakah efek serangan Mongol terhadap kemajuan
peradaban dunia?
TAFSIR BI AL-MA’TSUR
Makalah
A. Pendahuluan
Perkembangan
hidup manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan akal
pikirannya. Hal ini jelas mempunyai pengaruh dalam pemahaman terhadap ayat-ayat
Al-Qur’an. Pada abad pertama Islam, para ulama sangat berhati-hati dalam
menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan sebagian para ulama bila ditanya
mengenai satu ayat, mereka tidak memberikan jawaban apapun.[1]
Namun pada abad-abad berikutnya,
sebagain besar ulama berpendapat bahwa setiap orang boleh menafsirkan ayat-ayat
Al-Qur’an selama ia memiliki syarat-syarat tertentu seperti: pengetahuan bahasa
yang mencakup Nahwu, Sharaf, Balaghah, juga
Ilmu Ushuluddin, Ilmu Qira’ah, Asbab al-Nuzul,
Nasikh-Mansukh, dan lain sebagainya.
PENDEKATAN FENOMENOLOGIS DALAM STUDI ISLAM
Makalah
A. Pendahuluan
Mengkaji
fenomena keagamaan berarti mempelajari perilaku manusia dalam kehidupannya
beragama. Ilmu pengetahuan social dengan caranya masing masing, atau metode, teknik,
dan peralatannya, dapat mengamati dengan cermat perilaku manusia itu,[1]
sehingga dimungkinkan ditemukannya segala unsur yang menjadi komponen
terjadinya perilaku itu, juga “makna terdalam dan substansi sejati” yang
tersembunyi dibalik gejala tersebut. Hal ini sudah barang tentu berlaku juga
untuk semua fenomena keberagamaan (religious
phenomenon) manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)