Selasa, 05 Maret 2013

DINASTI SALJUK

A.    PENDAHULUAN

Masa ini diawali ketika suku Saljuk mengambil alih pemerintahan dan mengontrol kekhalifahan Abbasiyah pada tahun 447 H/1055. masa saljuk berakhir pada tahun 656 H/1258, ketika balatentara Mongol menyerang serta dunia Islam terutama bagian timur. Suku saljuk tidak selamanya mendominasi kekuasaan, karena khalifah Abbasiyah belakangan berhasil membebaskan diri dari kontrol Saljuk.
Sejak periode kedua Abbasiyyah yang dimulai setelah pertengahan abad ketiga hijriah, negara kekhilafaan Islam terus melemah secara progresif hingga akhirnya harus pecah menjadi tiga khilafah. Khilafah Abbasiyah berdiri di Timur; khilafah Fatimiah di Mesir, sebagian wilayah Afrika Utara dan Syria; dan khilafah Umawiyah di Andalusia. Pada saat kondisi umat yang seperti ini perang salib terjadi.

KEUMMIAN NABI DAN KEOTENTIKAN ALQURAN

A.    PENDAHULUAN

Kemukjizatan al-Qur’an dari aspek kondisi Nabi yang Ummi merupakan rencana agung Tuhan yang sangat Luarbiasa. Hanya Tuhanlah yang Maha Agung yang dapat mengucapkan kata kata indah Alquran, mengolah dan menata logika-logika maknanya. Bukan Muhammad, setan atau jin apalagi tukang peramal yang bisa mendisain proyek logika agung Alquran ini, baik dari segi makna, argumen-argumen maupun akrobatika dialektika teksnya. Terlalu berat resikonya kalau Muhammad yang ummi dan cerdas nalar serta akhlaknya membuat proyek Agung Alquran.

PENGETAHUAN MANUSIA SECARA UMUM

A.    PENDAHULUAN
Manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Adanya kebutuhan hidup inilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut.
Manusia memiliki pengetahuan yang merupakan alat untuk melaksanakan segala aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, tanpa pengetahuan manusia akan mengalami kendala-kendala dalam menyelesaikan persoalannya.  Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dalam mengembangkan pengetahuan yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan tetapi pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan hidupnya ( survival ).

Senin, 04 Maret 2013

KHAWARIJ DAN MURJI'AH

KHAWARIJ DAN MURJI`AH

A.    Pendahuluan

Berbicara mengenai Aliran-aliran(golongan/kelompok)dalam theologi atau seputar ilmu kalam di dalam dunia Islam,haruslah di awali dari pembahasan tentang Khilafah atau pemerintahan(kekuasaan).Bukan materi tentang maslah ketuhanan secara langsung,karena munculnya bahasan tentang theologi di awali dari perselisihan tentang khilafah dalam Islam,yang akhirnya bermuara pada lahirnya pemikiran dan pendapat tentang masalah Ketuhanan
Perbedaan pendapat di kalangan Umat Islam membuat terkelompok-kelompoknya umat islam,sehingga menimbulkan golongan atau aliran-aliran. Lahirnya golongan dan aliran tersebut memiliki corak yang beraneka ragam pemikiran dan pendapat yang berkaitan dengan kekuasaan Tuhan dan Perbuatan-perbuatan Manusia,bahkan klaim kafir, mukmin dan muslim pun bermunculan.

DINASTI MURABITHUN DAN MUWAHHIDUN

BAB    I
PENDAHULUAN

           Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Andalusia (Spanyol ) masa penaklukan Islam oleh Thariq bin Ziad hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir disana, Islam memainkan peranan sangat besar. Pada priode ini Daulah Umayyah Spanyol mencapai puncaknya menyaingi Daulah Abbasyiah di Bagdad. Apalagi ketika  telah didirikannya Universitas Cordoba, perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku, pembangunan kota berlangsung cepat dan rakyat dapat menikmati kemakmuran dan kesejahteraan. Maka banyaklah para pencari ilmu pengetahuan memperdalam ilmu mereka di Andalusia terutama bangsa-bangsa Eropa.

AMTSAL ALQURAN

BAB I
PENDAHULUAN
             Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak dahulu bangsa Arab telah mempunyai keahlian dalam membawakan syair-syair dalam menyampaikan sesuatu maksud . Ini juga banyak  dilakukan oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Karena nampaknya makna dan tujuan yang akan sampaikan serasa memiliki hakekat hakikat yang tinggi, indah dan lebih   menarik  jika  dituangkan dalam kerangka ucapan yang baik dan mendekatkan kepada pemahaman, melalui analogi dengan sesuatu yang telah diketahui secara yakin.

PENDEKATAN POSMODREN DALAM STUDI ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

            Istilah modern  sudah sering kita dengar dan tidak asing lagi bagi kita. Bahkan kita senantiasa mengatakan bahwa kita hidup pada zaman modern, zaman di mana tingkat kemajuan telah mencapai puncaknya, dan tidak ada lagi zaman sesudahnya.
           Namun anggapan itu akan berhenti manakala dikumandangkan  ada istilah lain setelah zaman modern, yaitu istilah posmodern. Meskipun pengertian postmodern ini diselimuti ketidakjelasan makna, selalu saja orang- orang cendrung untuk membicarakannya. Bahkan tidak sedikit  bermunculan  tokoh- tokoh yang membahas tentang postmodern ini.