I. Pendahuluan
Asy'ariyah sebagai salah satu aliran dalam teologi Islam, mencuat ke atas secara vulgar sebagai manifestasi sikap kritis dan reaktif terhadap pemikiran yang berembang sebelumnya terutama aliran Mu'tazilah. Pendiri aliran ini tidak pernah memberikan label nama tertentu terhadap aliran ini, tapi para pengikutnyalah yang memberii narna dengan menisbatkan kepada pendirinya yakni Abu Hasan Ibnu Ismail al-Asy’ari.
Sekalipun pada awal kemunculannya, aliran ini mengesankan hanya sebagai kelompok sempalan dari aliran Mu'tazilah, namun pada akhirnya dapat tampil sebagai sosok aliran yang tegar dan eksis, bahkan menjadi
Kamis, 14 Maret 2013
DAULAH ABBASIYAH: MASA AS-SAFFAH
Abstraksi
“Pada akhir masa pemerintahan Umayyah berbagai hal terjadi di dalam tubuh kepemerintahannya. Mulai dari munculnya golongan sparatis yang memang sejak permulaan masa Umayyah sudah tidak menyukainya pada akhirnya semakin membuat rasa kebencian itu menjadi dendam membara, seperti golongan Alawiyin yang menganggap Umayyah telah merampok kekuasaan Ali bin Abi Thalib dan menghabisi keluarga Ali harus dibayar mahal oleh Umayyah. Di Khurasan hal serupa-pun terjadi, akibat dari kekuasaan semena-mena dan tindakan dikriminasi oleh penguasa Umayyah terhadap golongan Mawalli membuat mereka gerah dan memutuskan untuk mengangkat pedang melawan kezaliman Umayyah. Keadaan ini semakin menemukan puncaknya ketika Abbasiyah di Hamimah yang pada saat itu mengatasnmakan Bani Hasyim menjadi motor penggerak dalam revolusi besar untuk menggulingkan dinasti Umayyah. “
“Pada akhir masa pemerintahan Umayyah berbagai hal terjadi di dalam tubuh kepemerintahannya. Mulai dari munculnya golongan sparatis yang memang sejak permulaan masa Umayyah sudah tidak menyukainya pada akhirnya semakin membuat rasa kebencian itu menjadi dendam membara, seperti golongan Alawiyin yang menganggap Umayyah telah merampok kekuasaan Ali bin Abi Thalib dan menghabisi keluarga Ali harus dibayar mahal oleh Umayyah. Di Khurasan hal serupa-pun terjadi, akibat dari kekuasaan semena-mena dan tindakan dikriminasi oleh penguasa Umayyah terhadap golongan Mawalli membuat mereka gerah dan memutuskan untuk mengangkat pedang melawan kezaliman Umayyah. Keadaan ini semakin menemukan puncaknya ketika Abbasiyah di Hamimah yang pada saat itu mengatasnmakan Bani Hasyim menjadi motor penggerak dalam revolusi besar untuk menggulingkan dinasti Umayyah. “
QIRAAT
Abstraksi
“Alquran dan qiraat itu adalah dua hakekat yang berbeda. Alquran adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjelaskan dan sebagai mukjizat. Sedangkan qiraat adalah perbedaan-perbedaan lafaz wahyu yang tersebut pada huruf-hurufnya atau cara membacanya seperti, cara menepiskan, menebalkan dan yang lain.”
Kata kunci: Qiraat, Sab’u Ahruf
“Alquran dan qiraat itu adalah dua hakekat yang berbeda. Alquran adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjelaskan dan sebagai mukjizat. Sedangkan qiraat adalah perbedaan-perbedaan lafaz wahyu yang tersebut pada huruf-hurufnya atau cara membacanya seperti, cara menepiskan, menebalkan dan yang lain.”
Kata kunci: Qiraat, Sab’u Ahruf
STUDI TENTANG TEOLOGI
Kajian Teologi Dalam Islam
A. Definisi Tauhid, Kalam
Untuk memahami apakah pengertian tauhid, terlebih dahulu kita mengenal teologi. Teologi secara bahasa terdiri dari kata “theos” artinya Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu. Oleh karena itu teologi adalah ilmu yang membicarakan tentang Tuhan atau ilmu ketuhanan.
Ilmu teologi konon berasal dari bangsa Sumeria, teologi ini bermula sebagai kata dalam bahasa Yunani yakni teologia. Istilah ini artinya penjelasan mengenai para dewa atau Tuhan. Dalam Greek-English Lexicon karya Lidell dan Scott termuat sebanyak 233 atau turunan untuk teos, diantaranya berhubungan dengan Tuhan atau para dewa. Dengan demikian, sedikit atau banyak teologi selama ini telah terfokus pada Tuhan atau para dewa. Oleh karena teologi membahas masalah-masalah doktrin maka teologi muncul dan ada pada setiap agama seperti Yahudi, Nasrani, Hindu, Teologi Sikh dll. Dalam kaitannya dengan ini teologi yang membahas terhadap Tuhan Allah Yang Esa adalah teologi Islam atau yang dikenal dengan tauhid.
A. Definisi Tauhid, Kalam
Untuk memahami apakah pengertian tauhid, terlebih dahulu kita mengenal teologi. Teologi secara bahasa terdiri dari kata “theos” artinya Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu. Oleh karena itu teologi adalah ilmu yang membicarakan tentang Tuhan atau ilmu ketuhanan.
Ilmu teologi konon berasal dari bangsa Sumeria, teologi ini bermula sebagai kata dalam bahasa Yunani yakni teologia. Istilah ini artinya penjelasan mengenai para dewa atau Tuhan. Dalam Greek-English Lexicon karya Lidell dan Scott termuat sebanyak 233 atau turunan untuk teos, diantaranya berhubungan dengan Tuhan atau para dewa. Dengan demikian, sedikit atau banyak teologi selama ini telah terfokus pada Tuhan atau para dewa. Oleh karena teologi membahas masalah-masalah doktrin maka teologi muncul dan ada pada setiap agama seperti Yahudi, Nasrani, Hindu, Teologi Sikh dll. Dalam kaitannya dengan ini teologi yang membahas terhadap Tuhan Allah Yang Esa adalah teologi Islam atau yang dikenal dengan tauhid.
Kamis, 07 Maret 2013
ULAMA-ULAMA PEMBAHARU di Wilayah Indonesia dan Melayu
Riwayat ULAMA-ULAMA PEMBAHARU di Wilayah Indonesia dan Melayu (Murid Murid Syaikh Ahmad Khatib Al-MinangKabawi)
PENDAHULUAN
Beberapa ulama besar yg membawa pembaharuan Islam di Indonesia di akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900 Masehi, tidak hanya belajar di Indonesia saja, tetapi mereka belajar bertahun-tahun di Mekah. Tercatat dalam sejarah bahwa para ulama2 pembaharu tersebut ternyata belajar juga pada salah seorang guru, yang merupakan juga seorang yang berasal dari Indonesia dan merupakan Imam Masjidil Haram pada saat itu. Beliau adalah Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi (lahir Isnin, 6 Zulhijjah 1276 H/26 Jun 1860 M, wafat 9 Jamadilawal 1334 H/13 Mac 1916 M).
PENDAHULUAN
Beberapa ulama besar yg membawa pembaharuan Islam di Indonesia di akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900 Masehi, tidak hanya belajar di Indonesia saja, tetapi mereka belajar bertahun-tahun di Mekah. Tercatat dalam sejarah bahwa para ulama2 pembaharu tersebut ternyata belajar juga pada salah seorang guru, yang merupakan juga seorang yang berasal dari Indonesia dan merupakan Imam Masjidil Haram pada saat itu. Beliau adalah Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi (lahir Isnin, 6 Zulhijjah 1276 H/26 Jun 1860 M, wafat 9 Jamadilawal 1334 H/13 Mac 1916 M).
Selasa, 05 Maret 2013
MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT PAI KELAS X
Kegiatan Belajar Mengajar, bagi seorang Guru merupakan hal yang sangat penting. untuk menunjang kegiatan tersebut, di SMA Negeri 1 Galang telah menggunakan dan memanfaatkan kemajuan ilmu teknologi yang berbentuk "POWER POINT". Saya Mempersilahkan Teman-Teman Seprofesi sebagai Guru Agama di SMA
untuk Mendownload Materi PAI Kelas X berikut ini:
MU'TAZILAH, SEJARAH TIMBUL DAN WASIL
BAB I
PENDAHULUAN
Mu’tazilah adalah satu macam lagi diantara gerakan- gerakan yang timbul pada masa kekuasaan Daulah Umawiyah. Gerakan ini mempunyai watak yang berbeda dari gerakan keagamaan semata- mata, tidak pernah membentuk pasukan dan tidak pernah menghunus pedang.
Walaupun gerakan Mu’tazilah ini merupakan gerakan keagamaan, namun pada saat ia mempunyai kekuasaan ia tidak segan menggunakan kekerasan dan tekanan pada pihak- pihak yang menentangnya. Ini terjadi pada waktu Khalifah Ma’mun menganjurkan kepada ulama bahwa Alquran itu adalah makhluk. Bagi mereka yang mengatakan Alquran bukan makhluk maka mereka dipandang sebagai orang yang fasik dan menentang agama.
PENDAHULUAN
Mu’tazilah adalah satu macam lagi diantara gerakan- gerakan yang timbul pada masa kekuasaan Daulah Umawiyah. Gerakan ini mempunyai watak yang berbeda dari gerakan keagamaan semata- mata, tidak pernah membentuk pasukan dan tidak pernah menghunus pedang.
Walaupun gerakan Mu’tazilah ini merupakan gerakan keagamaan, namun pada saat ia mempunyai kekuasaan ia tidak segan menggunakan kekerasan dan tekanan pada pihak- pihak yang menentangnya. Ini terjadi pada waktu Khalifah Ma’mun menganjurkan kepada ulama bahwa Alquran itu adalah makhluk. Bagi mereka yang mengatakan Alquran bukan makhluk maka mereka dipandang sebagai orang yang fasik dan menentang agama.
Langganan:
Postingan (Atom)