Jumat, 17 Agustus 2012

ZAKAT FITRAH DENGAN UANG


ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
Pada saat pembayaran zakat fitrah, banyak yang membayar dengan uang namun memakai harga beras yang mereka makan sehari-hari. Hal ini didukung adanya beberapa fatwa ulama. Namun  sesuaikah hal tersebut? Berikut pendapat 4 mazahab ahli Fiqih.
1.        Mazhab Hanafi
Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa jenis-jenis makanan yang dikeluarkan dalam  zakat fitrah adalah hintah (gandum), syair (padi belanda), tamar (kurma),  zabib (anggur), beliau juga berpendapat boleh pula mengeluarkan daqiq hintah ( gandum yang sudah menjadi tepung) dan saweq(adonan tepung).
 Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw  bersabda:

PUASA SUNAH


PUASA SUNAH
Segala pujian yang terbaik hanya milik Allah Ta’ala yang telah mensyariatkan bagi hamba-Nya ibadah-ibadah yang sunnah di samping ibadah yang wajib. Sehingga kaum muslimin mempunyai kesempatan yang amat banyak untuk menutupi dan menambal kekurangan yang ada pada ibadah-ibadah wajib. Dan juga sebagai simpanan yang dapat memperberat timbangan di hari kiamat kelak. Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Allah kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

Selasa, 07 Agustus 2012

ISLAM DI ERA PERTENGAHAN ORDE BARU ( KEBANGKITAN ISLAM )


A. Pendahuluan
          Era 70-an sampai pertengahan 80-an, Soeharto memiliki hubungan yang tidak serasi dengan gerakan Islam. Hal itu bisa dilihat dari beberapa sisi, yaitu: Pertama, ia seorang militer yang biasa didoktrin nilai-nilai nasionalisme; Kedua, ia berasal dari keluarga awam ilmu agama dari Gunung Kidul; Ketiga, ini yang paling mendasar, orang-orang berpengaruh yang ada di sekitarnya rata-rata dari kalangan anti Islam (Islam phobia), seperti CSIS, LB. Moerdani, Soedomo (waktu masih non Muslim), Frans Seda, JB. Soemarlin, Radius Prawiro, dan sebagainya. Sikap pemimpin sangat dipengaruhi para pembisik di sekitarnya. Hal itu sangat jelas terlihat di era Abdurrahman Wahid. ia dijatuhkan karena skandal Buloggate dan Bruneigate. Salah satu pembisiknya adalah Soewondo, seorang tukang pijit.

DAULAH ABBASIYAH (KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN)


A. Pendahuluan
            Kecemerlangan Daulah Abbasiyah merupakan bukti sejarah perjalanan ummat Islam  dalam membuktikan dirinya sebagai Rahmatan li al-‘Alamin. Eksistensinya selama ± 524 tahun (750-1258 M), menyumbangkan peradaban yang cemerlang bagi kelangsungan hidup ummat manusia. Seluruh perhatian tertuju ke kota Bagdad yang merupakan pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah.
Pada masa awal pertumbuhan Daulah Abbasiyah, khalifah yang menjabat sangat konsisten dalam mengemban tugasnya mengatur pemerintahan. Posisi khalifah sebagai tokoh politik dan keagamaan merupakan hal yang mendasar dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan Daulah Abbasiyah. Daerah-daerah kekuasaan yang mencapai daratan Afrika dan Eropa taat dan patuh berintegrasi dengan kebijaksanaan pemerintahan yang berpusat di Baghdad.  

AYAT-AYAT MAKIYAH DAN MADANIYAH (MATA KULIAH AL-QURAN)


Pendahuluan
Al-Qur'an sebagai kitab utama, mengandung ilmu yang sangat dalam. Untuk mengupasnya diperlukan seorang penyelam tangguh untuk mengambil harta yang ada di dasarnya. Ilmu tafsir bisa mendorong kita untuk mengetahui hal-hal yang menunjang pemahaman Al-quran yang mulai ini, berupa usaha yang maksimal, kesungguhan yang optimal dan pembahasan yang mendalam. Kesemuanya itu harus dicurahkan dalam rangka studi di al-quran yang mulia. Betapa usaha para guru besar yang ternama dan ulama yang terkenal, dimana mereka telah menghabiskan usia demi terjaminnya pemikiran atas wahyu yang murni sebagai pedoman/undang-undang yang berharga, sejak awal diturunkannya Al-quran sampai saat kini. Mereka pulang ke Rahmatullah dengan meninggalkan kekayaan ilmu pengetahuan yang melimpah ruah untuk kita, yang sumbernya tak akan kering dan mutiaranya yang tak akan habis sepanjang masa. Namun, sekalipun

Kamis, 26 Juli 2012

PENDEKATAN STUDI WILAYAH DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN STUDI WILAYAH DALAM STUDI ISLAM

A. Pendahuluan
            Studi Islam tampaknya masih merupakan sebuah harapan, karena sampai saat ini, di berbagai wilayah dimana Islam merupakan agama mayoritas para penduduk, studi Islam belum banyak dilakukan. Meskipun demikian, upaya untuk mengembangkan studi Islam di berbagai wilayah tetap diusahakan oleh para sarjanawan muslim dan para sarjanawan yang berkecimpung dalam kajian-kajian ke-Islaman, meskipun usaha mereka tersebut belumlah maksimal.
            Banyak dari para ilmuan pengkaji Islam yang telah memulai pengkajian-pengkajian Islam dengan beberapa pendekatan studi, terkhusus studi wilayah yang akan kita bahas ini dalam makalah sederhana ini. Melirik pada perkembangan politik, sejarah dan budaya sangat dinamis, dan juga disebabkan kurangnya umat Islam mengkaji agamanya, menjadikan studi wilayah ini dianggap sangat urgen dan signifikan untuk dikaji dan juga dikembangkan.

Rabu, 25 Juli 2012

PENDEKATAN KOMPARATIF DALAM STUDI ISLAM

A. Pendahuluan

Dalam mempelajari Islam banyak cara yang dapat di lakukan salah satunya adalah pendekatan komparatif, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kajian yang membandingkan antara satu objek dengan objek lainnya.
Banyak hal yang bisa dipelajari melalui pendekatan komparatif dalam objek kajian. Banyak pula cara yang dapat dilakukan dalam studi komparatif tersebut. Komparatif ini selalu dimaknai dengan perbandingan, dengan begitu ada beberapa objek atau paling sedikit ada dua objek yang akan diperbandingkan.
            Dua objek komparasi bisa dilihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda, seperti kualitas, kuantitas dan sifatnya yang lain. Dalam komparasi juga bisa didapatkan persamaan atau kemiripan.
            Untuk mengetahui lebih banyak tentang pendekatan komparatif ini, makalah ini akan mencoba menguraikannya, baik pengertian, signifikansi dan kontribusinya dalam studi Islam, kombinasinya dengan beberapa pendekatan lain dan penggunaannya untuk berbagai objek kajian ke-Islaman.